Kamis, 17 April 2014

PENGARUH KREDIT MODAL KERJA TERHADAP PENDAPATAN BERSIH USAHA KECIL DAN MENENGAH (UKM) SEKTOR FORMAL





Disusun Oleh
Nama                   : Yulia Cahyani
NPM                    : 29213562
Kelas                   : 1EB18


UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS EKONOMI
JURUSAN S1 – AKUNTANSI
2014


Latar Belakang

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui :
  1. Rata-rata jumlah kredit modal kerja yang diterima oleh pelaku usaha kecil dan menengah,
  2. Jenis usaha pelaku usaha kecil dan menengah penerima kredit modal kerja,
  3. Rata-rata pendapatan bersih pelaku usaha kecil dan menengah, dan
  4. Pengaruh dari kredit modal kerja terhadap pendapatan bersih usaha kecil dan menengah dan besar pengaruhnya.

Penelitian ini menggunakan desain penelitian kausal. Subjek penelitian adalah pelaku usaha kecil dan menengah sektor formal di Kecamatan Buleleng tahun 2012 dan objeknya adalah jumlah kredit modal kerja, dan pendapatan bersih. Data dikumpulkan dengan teknik dokumentasi serta dianalisis dengan analisis regresi linier sederhana.

Hasil penelitian menunjukkan :
  1. Rata-rata jumlah kredit modal kerja yang diterima oleh pelaku usaha kecil sebesar Rp 48.457.447,00, dan menengah sebesar Rp 171.666.667,00,
  2. Jenis usaha pelaku usaha kecil adalah jasa ritel dan hiburan dan menengah adalah jasa ritel,
  3. Rata-rata pendapatan bersih bagi pelaku usaha kecil sebesar Rp 45.328.802,00 dan menengah sebesar Rp 163.399.599,00 per bulan untuk tahun 2012, dan
  4. Kredit modal kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan bersih dan besar pengaruhnya sebesar 82,4%.

Kata kunci: kredit modal kerja dan pendapatan bersih



PENDAHULUAN

Usaha Kecil dan Menengah (UKM) merupakan salah satu bagian penting dari perekonomian suatu negara atau daerah, karena dalam kondisi ekonomi yang belum kondusif, pengembangan kegiatan usaha kecil dan menengah dianggap sebagai salah satu alternatif penting yang mampu mengurangi beban berat yang dihadapi perekonomian nasional dan daerah. Besarnya peran usaha kecil dan menengah (UKM), mengindikasikan bahwa UKM merupakan sektor usaha dominan dalam menyerap tenaga kerja, serta berperan dalam proses pemerataan dan peningkatan pendapatan masyarakat. Dengan kata lain, usaha kecil dan menengah telah menjadi tulang punggung perekonomian yang sudah terbukti bahwa dalam kondisi ekonomi yang sulit, UKM justru lebih mampu bertahan hidup. Maka dari itu, usaha kecil dan menengah perlu dikembangkan dengan baik dan mendapat perhatian khusus dari pemerintah, salah satunya dengan cara menambah modal mereka melalui penyaluran kredit modal kerja.

Bagi setiap organisasi usaha, modal memegang peranan penting di dalam menjalankan operasi usaha. Modal merupakan bagian hak pemilik dalam perusahaan yaitu selisih aktiva dan utang yang ada (Mardiasmo, 2008: 36). Dalam setiap usaha, modal modal yang dimiliki berbeda-beda tergantung dari jenis usaha yang dijalankan. Besar kecilnya modal yang dibutuhkan tergantung dari besar kecilnya usaha yang akan didirikan. Tanpa adanya dukungan modal, usaha tidak akan berjalan dengan baik sesuai yang diharapkan. Maka dari itu, dibutuhkan pengelolaan modal yang tepat, yaitu pengelolaan yang dapat menentukan seberapa besar alokasi dana untuk masing-masing modal sesuai dengan bidang usaha dari usaha tersebut. Modal menjadi penting karena dengan modal perusahaan dapat melaksanakan kegiatan operasionalnya dan melakukan pengembangan atau perluasan usaha. Modal kerja yang efekif menjadi sangat penting untuk kelangsungan pertumbuhan perusahaan dalam jangka panjang (Wiksuana, dkk., 2001: 95). Hal ini akan dapat memberikan dampak positif dalam peningkatan pendapatan dan kesejahteraan pengusaha dan masyarakat pada umumnya.

Dewasa ini, banyak pelaku usaha yang mengalami keterbatasan modal atau sulitnya mengakses sumber permodalan. Hal ini telah menjadi kendala klasik yang dihadapi pengusaha ketika memulai atau mengembangkan usaha. Salah satu faktor yang menyebabkan masalah tersebut terjadi adalah sulitnya memperoleh sumber modal dari lembaga keuangan, khususnya bank Umumnya, pelaku usaha tidak memiliki laporan keuangan yang jelas, artinya laporan keuangan tersebut tidak secara sistematis dan rinci memuat tentang aktivitas usaha; sehingga susah untuk mendapatkan kredit dari bank yang mengharuskan adanya laporan keuangan. Selain itu, tidak memiliki agunan yang bisa meyakinkan pihak perbankan untuk mendapatkan pinjaman modal usaha. Akibatnya, tidak sedikit UKM yang awalnya telah mampu membangun usahanya dengan baik, tetapi karena terkendala dana atau modal menyebabkan usahanya tidak bisa berkembang, sehingga kehidupan mereka tidak ada kemajuan dari segi ekonomi.

Dalam memandang permasalahan tersebut, pemerintah tidak tinggal diam. Faktanya, telah banyak lembaga keuangan bank atau non bank yang menawarkan kredit modal kerja bagi para pelaku usaha, dengan tingkat suku bunga bersaing dan prosedur yang mudah. Ritonga dan Firdaus (2003: 107), menyatakan bahwa kredit modal kerja atau kredit produktif, yaitu kredit yang digunakan untuk meningkatkan usaha. Kredit modal kerja ini khusus diberikan kepada pelaku usaha, yang akan mengembangkan usahanya atau meningkatkan produktivitas usaha, berupa pemberian Kredit Usaha Rakyat (KUR). KUR merupakan salah satu program pemerintah yang dianggap dapat mengatasi masalah permodalan bagi UKM. Pemberian KUR dilakukan melalui lembaga perbankan dan diharapkan dapat meringankan masalah permodalan yang terjadi.

Berkaitan dengan peningkatan pendapatan, bahwa banyak pengusaha yang bermasalah terhadap pendapatannya setelah memperoleh kredit modal kerja dari lembaga keuangan. Berdasarkan survei awal yang dilakukan kepada 18 pengusaha yang bergerak pada sektor perdagangan, yaitu 13 orang (72%) belum mengalami dampak dari pemberian kredit modal kerja terhadap tingkat pendapatan, dan 5 orang (28%) bahkan cenderung mengalami penurunan meskipun sudah mendapatkan kredit modal kerja dari lembaga keuangan. Hal ini tidak sesuai dengan yang diharapkan, yaitu “adanya peningkatan pendapatan yang diperoleh pengusaha sebagai akibat tambahan modal atau pemberian kredit dalam usaha produktifnya” (Kasmir, 2011).

Berdasarkan uraian di atas, maka permasalahan pokok dalam penelitian ini, yaitu :
  1. Berapakah rata-rata jumlah kredit modal kerja yang diterima oleh pelaku usaha kecil dan menengah sektor formal di Kecamatan Buleleng?
  2. Jenis usaha apa sajakah yang dijalankan oleh pelaku usaha?
  3. Berapakah rata-rata pendapatan bersih dari pelaku usaha?
  4. Apakah ada pengaruh dari kredit modal kerja terhadap pendapatan bersih UKM dan berapa besar pengaruhnya?

Manfaat secara teoritis penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan dalam pengembangan ilmu ekonomi, khususnya pada bidang manajemen keuangan. Manfaat secara praktis penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan informasi dan masukan bagi Lembaga Pemberi Kredit, dalam menentukan dan menerapkan kebijakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan mengenai penyaluran kredit modal kerja kepada pengusaha kecil dan menengah (UKM) sektor formal.

Menurut Undang-Undang No. 7 Tahun 1992 tentang Perbankan (dalam Ahman, 2003: 117), “kredit adalah penyediaan uang atau tagihan berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam meminjam antara bank dan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi hutangnya setelah jangka waktu tertentu dengan jumlah bunga, imbalan, atau pembagian hasil keuntungan”. Menurut Ritonga dan Firdaus (2003: 105), “kredit adalah penyediaan uang dari bank kepada pihak peminjam berdasarkan kesepakatan pinjam-meminjam dan jangkawaktu pelunasan”. Selanjutnya menurut Adji, dkk., (2004: 166), “kredit merupakan suatu fasilitas keuangan yang memungkinkan seseorang atau badan usaha untuk meminjam uang untuk membeli produk dan membayarnya kembali dalam jangka waktu yang ditentukan”. Berdasarkan pengertian di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa kredit diberikan atas dasar kepercayaan kedua belah pihak, artinya pihak kreditur percaya bahwa debitur akan segera melunasi utangnya dalam jangka waktu yang telah ditentukan, dan pihak debitur percaya bahwa pihak kreditur akan menagih piutangnya pada saat jatuh tempo. Selain itu, kredit juga mengandung unsur prestasi, artinya pihak peminjam (debitur) memberikan prestasi kepada kreditur sebagai imbalan atas kredit yang telah diberikannya.

Salah satu usaha dari bank atau non bank adalah memberikan fasilitas kredit kepada nasabah. Kredit modal kerja merupakan salah satu dari jenis-jenis kredit yang diberikan oleh pihak kreditur kepada nasabah untuk membiayai operasionalisasi perusahaan agar aktivitas perusahaan dapat berjalan dengan baik. Kredit modal kerja adalah kredit yang diberikan untuk memenuhi kebutuhan modal kerja perusahaan. Prinsip dari modal kerja ini adalah penggunaan modal yang akan habis dalam satu siklus usaha, yaitu dimulai dari perolehan uang tunai dari kredit bank kemudian digunakan untuk membeli barang dagangan atau bahan-bahan baku, kemudian diproses menjadi barang jadi lalu dijual baik secara tunai ataupun kredit, dan selanjutnya memperoleh uang tunai kembali. Dalam menjalankan kegiatan operasionalnya, perusahaan membutuhkan dana yang cukup untuk menjamin kelangsungan operasinya tersebut. Menurut Wijaya (2001: 27), “kredit modal kerja adalah kredit yang diberikan oleh bank kepada nasabah (debitur) untuk memenuhi kebutuhan modal kerja debitur”. Kasmir (2010) menyatakan bahwa “kredit modal kerja digunakan untuk kebutuhan dana jangka pendek dengan jangka waktu pengembalian maksimal satu tahun (bisa diperpanjang pada saat jatuh tempo), dan bunga disesuaikan dengan jumlahpenggunaan”. Selanjutnya menurut Suhardjono (2006: 251) “kredit modal kerja digunakan untuk pembiayaan aktiva lancar perusahaan (pembelian bahan baku, piutang)”.

Pendapatan merupakan suatu gambaran tingkat kemampuan seseorang dalam memenuhi kebutuhan materinya dalam satuan waktu tertentu, yang umum digunakan biasanya satu bulan. Dengan adanya pendapatan, berarti sebuah usaha layak untuk dipertahankan walaupun sebenarnya masih ada beberapa hal selain pendapatan yang bisa menjadi bahan pertimbangan untuk meneruskan sebuah usaha. Pendapatan juga sering dijadikan tolak ukur dalam mengukur tingkat kesejahteraan suatu masyarakat dan keberhasilan perekonomian suatu negara. Dengan demikian pendapatan akan diakui  pada saat terjadinya perubahan bentuk dari bentuk barang atau jasa menjadi bentuk kas atau aktiva lain yang sah. Adji, dkk., (2004: 3) menyatakan bahwa pendapatan adalah “uang yang diterima oleh seseorang dan perusahaan dalam bentuk gaji, upah, sewa, bunga, dan laba, termasuk juga beragam tunjangan seperti kesehatan dan pensiun. Menurut Standar Akuntansi Keuangan Nomor 23 (2004: 1), “pendapatan adalah penghasilan yang timbul dari aktivitas perusahaan yang biasanya dikenal dengan sebutan berbeda, seperti penjualan, penghasilan jasa (fees), bunga, deviden, royalty, dan sewa”. Selanjutnya menurut Tohir (dalam Sutanto, 2004) menyatakan “pendapatan adalah uang yang diterima pleh segenap orang dan merupakan balas jasa untuk faktor-faktor produksi”. Berdasarkan pengertian di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa pendapatan adalah penghasilan yang timbul dari aktivitas perusahaan, berupa penghasilan jasa (fees), bunga, dividen, royalty dan sewa untuk memenuhi kebutuhan tiap-tiap individu.



METODE

Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian kausal.Jenis data yang digunakan dalam penelitian adalah data primer kuantitatif, yaitu data jumlah kredit modal kerja yang diterima pelaku usaha kecil, dan menengah serta jumlah pendapatan bersih yang diperoleh dalam kurun waktu 12 bulan, 2 data sekunder kuantitatif, yaitu data jumlah UKM sektor formal di Kecamatan Buleleng Tahun 2012.

Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi yaitu :
  1. Catatan atau pembukuan keuangan berupa neraca dan laporan laba rugi yang dimiliki oleh para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) Tahun 2012, dan
  2. Dokumentasi yang dimiliki oleh Kantor Pelayanan Terpadu, mengenai jumlah UKM sektor formal di Kecamatan Buleleng Tahun 2012, serta dianalisis dengan menggunakan analisis regresi linier sederhana.


HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil Rata-rata jumlah kredit modal kerja, pendapatan bersih, jenis usaha, dan ringkasan hasil pengolahan data usaha kecil dan menengah sektor formal di Kecamatan Buleleng tahun 2012 dapat dilihat pada Tabel sebagai berikut.
Tabel 01 : Rata-rata Jumlah Kredit Modal Kerja dan Pendapatan Bersih Usaha Kecil dan                Menengah Sektor Formal di Kecamatan Buleleng Tahun 2012.

Usaha
Kredit Modal Kerja
Pendapatan Bersih
Jumlah (Rp)
Rata-rata (Rp)
Jumlah (Rp)
Rata-rata (Rp)
Kecil
4.555.000.018
48.457.447
4.260.907.388
45.328.802
Menengah
1.030.000.002
171.666.667
980.397.594
163.399.599

Sumber: Data yang telah diolah peneliti

Tabel 02 : Jenis Usaha Kecil dan Menengah Sektor Formal di Kecamatan Buleleng Tahun 2012.
No
Keterangan
Jenis Usaha
1
Usaha Kecil
Jasa ritel dan hiburan
2
Usaha Menengah
Jasa ritel

Sumber: Data yang telah diolah peneliti

Tabel 03 : Ringkasan Hasil Pengolahan Data Menggunakan Analisis Regresi Linier Sederhana          dengan Bantuan SPSS 16.00 for Windows.
Parameter
Koefisien
P-Value
a = 0,05
Keputusan
Simpulan
ryx
0,907
0,000
0,05
Menolak Ho
Ada hubungan pengaruh
positif yang signifikan dari x
terhadap y
r2yx
0,824
0,000
0,05
Menolak Ho
Ada pengaruh positif yang
signifikan dari x terhadap y
 α
617.879.593
0,873
0,05
Tidak Signifikan
Tidak dapat digunakan untuk
memprediksi
β 
0,907
0,000
0,05
Signifikan
Dapat digunakan untuk
memprediksi

Sumber: Hasil output SPSS (Lampiran 04)

Berdasarkan perhitungan pada Tabel 01, dapat diketahui bahwa rata-rata jumlah kredit modal kerja yang diterima oleh pelaku usaha kecil dan menengah sudah cukup tinggi sehingga para pelaku usaha dapat melakukan perluasan usaha secara produktif. Berdasarkan hasil pada Tabel 01, dapat diketahui bahwa rata-rata pendapatan bersih yang diterima oleh pelaku usaha kecil dan menengah sudah cukup baik. Hal ini mengindikasikan bahwa kredit modal kerja yang diberikan oleh lembaga keuangan memiliki peranan yang sangat penting dalam meningkatkan pendapatan.

Hasil penelitian pada Tabel 02, menunjukan bahwa jenis usaha pelaku usaha kecil adalah jasa ritel dan jasa hiburan, dan menengah adalah jasa ritel. Di dalam menjalankan usahanya, para pengusaha lebih banyak membuka usaha untuk memenuhi kebutuhan primer masyarakat. Hasil analisis regresi pada Tabel 03, menunjukkan bahwa kredit modal kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan bersih UKM tahun 2012 karena p-value < α. Hasil koefisien determinasi sebesar 0,824 atau 82,4% ini menyatakan bahwa variabel pendapatan bersih dipengaruhi oleh kredit modal kerrja sebesar 82,4% sedangkan 17,6% dipengaruhi oleh variabel diluar kredit modal kerja yang harus diteliti lebih lanjut lagi. Variabel lain yang mempengaruhi pendapatan yaitu kecakapan dan keahlian, motivasi, dan keuletan bekerja (Bardaini, 2006).



PEMBAHASAN

Berdasarkan hasil perhitungan pada Tabel 01 menunjukkan bahwa rata – rata kredit modal kerja yang diterima oleh pelaku usaha kecil dan menengah sudah cukup tinggi. Kredit modal kerja yang diberikan oleh lembaga keuangan dapat dipergunakan olehpelaku usaha kecil dan menengah untuk membiayai operasionalisasi perusahaan agar aktivitas perusahaan dapat berjalan dengan baik. Dalam melaksanakan aktivitasnya, setiap perusahaan tidak akan terlepas dari kebutuhan modal. Modal menjadi penting untuk kelangsungan hidup perusahaan. Hasil penelitian ini mendukung teori dari Wiksuana, dkk., (2001: 95) yang menyatakan bahwa modal menjadi penting, karena dengan modal perusahaan dapat melaksanakan kegiatan operasionalnya dan melakukan pengembangan atau perluasan usaha. Modal kerja yang efekif menjadi sangat penting untuk kelangsungan pertumbuhan perusahaan dalam jangka panjang.

Berkaitan dengan jenis usaha pelaku usaha kecil dan menengah di Kecamatan Buleleng tahun 2012, bahwa jenis usaha pelaku usaha kecil adalah jasa ritel dan jasa hiburan. Jasa ritel terdiri atas jasa bangunan, jasa peralatan dan perlengkapan rumah tangga, jasa mobil dan sepeda motor bekas, jasa peralatan audio dan video, jasa fashion, jasa perlengkapan dan peralatan kantor, jasa makanan, jasa salon dan jasa photo copy. Jasa hiburan terdiri dari jasa rental play station, jasa persewaan buku (novel dan komik), dan jasa karaoke. Jenis usaha pelaku usaha menengah adalah jasa ritel yang terdiri dari jasa makanan, jasa peralatan dan perlengkapan rumah tangga, dan jasa bangunan. Di dalam menjalankan usahanya, para pengusaha lebih banyak membuka usaha untuk memenuhi kebutuhan primer masyarakat. Hal ini tentu akan membuat persaingan diantara mereka semakin ketat karena kebanyakan para pengusaha membuka usaha yang sejenis. Maka dari itu, para pengusaha dituntut untuk lebih kreatif dan bijaksana didalam memikirkan dan memutuskan suatu perkara yang berkaitan dengan usaha yang dijalankan. Selain itu, para pengusaha harus lebih pandai didalam melakukan manajemen dan pemberdayaan sumber daya manusia guna meningkatkan kinerja di dalam berusaha sehingga mampu meningkatkan pendapatan. Hasil penelitian ini mendukung teori dari Rismunandar (2002) yang menyatakan bahwa dalam menjalankan usaha harus fokus di dalam menangani masalah kualitas dan kuantitas barang atau jasa yang dijual, manajemen, maupun sumber daya manusianya karena semakin ketatnya persaingan didalam dunia usaha.

Berdasarkan hasil perhitungan pada Tabel 01 menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan bersih yang diterima oleh pelaku usaha kecil dan menengah cukup baik. Hal ini mengindikasikan bahwa kredit modal kerja yang diberikan oleh lembaga keuangan memiliki peranan yang sangat penting dalam meningatkan pendapatan. Hasil penelitian ini mendukung teori dari Kasmir (2011) yang menyatakan bahwa kredit secara positif dapat meningkatkan pendapatan, karena pemberian kredit dapat menambah modal usaha. Suwardjono (dalam Maharani, 2008), menyatakan bahwa pendapatan suatu usaha tergantung dari modal yang dimiliki. Jika modal besar maka hasil produksi tinggi, sehingga pendapatan yang didapat juga tinggi. Begitu pula sebaliknya, jika modal kecil maka hasil produksi rendah, sehingga pendapatan yang diperoleh rendah. Modal yang cukup akan dapat memberikan dampak positif dalam peningkatan pendapatan dan kesejahteraan pengusaha dan masyarakat pada umumnya.

Berdasarkan hasil analisis regresi linier sederhana yang telah diuraikan diatas, diketahui bahwa kredit modal kerja berpengaruh positif terhadap pendapatan bersih usaha kecil dan menengah sektor formal di Kecamatan Buleleng. Hasil penelitian ini sesuai dengan hasil temuan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Setiawina (2005) dan Tampubolon (2006) yang menyimpulkan bahwa jumlah kredit modal kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan bersih. Disamping itu, hasil penelitian ini juga mendukung teori dari Kasmir (2011) yang menyatakan bahwa kredit secara positif dapat meningkatkan pendapatan karena pemberian kredit dapat menambah modal usaha. Dalam penelitian ini terlihat sangat jelas bahwa kredit modal kerja (X) berperan dalam upaya meningkatkan pendapatan bersih (Y) Usaha Kecil dan Menengah (UKM) sektor formal di Kecamatan Buleleng tahun 2012.

SIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan hasil penelitian diatas sebelumnya, maka dapat ditarik simpulan sebagai berikut :
  1. Rata-rata jumlah kredit modal kerja yang diterima oleh pelaku usaha kecil sebesar Rp 48.457.447,00 dan menengah sebesar Rp 171.666.667,00,
  2. Jenis usaha pelaku usaha kecil adalah jasa ritel dan hiburan dan menengah adalah jasa ritel,
  3. Rata-rata pendapatan bersih bagi pelaku usaha kecil sebesar Rp 45.328.802,00 dan menengah sebesar Rp 163.399.599,00 per bulan untuk tahun 2012,
  4. Kredit modal kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan bersih dan besar pengaruhnya sebesar 82,4%.

Saran yang dapat disampaikan berdasarkan penelitian yang telah dilakukan adalah :
  1. Bagi para pelaku usaha kecil dan menengah, diharapkan pemanfaatan kredit modal kerja yang diterima dipergunakan secara optimal, dan meningkatnya pendapatan pelaku usahasetelah mendapatkan kredit dari lembaga keuangan bank di Kecamatan Buleleng, hendaknya tetap dipertahankan sampai pendapatan dari usaha yang di jalankan benar-benar dapat terus meningkat tanpa bantuan modal kredit dari bank maupun lembaga keuangan lainnya.
  2. Bagi lembaga pemberi kredit, diharapkan dapat lebih meningkatkan porsi kredit modal kerja karena dari hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa kredit modal kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan bersih pelaku usaha kecil dan menengah, artinya semakin besar kredit modal kerja yang diterima untuk mengelola suatu usaha, maka cenderung dapat memberikan peluang yang besar bagi pelaku usaha kecil dan menengah untuk melakukan ekspansi usaha, sehingga mampu meningkatkan pendapatan bersih yang akan diperoleh.
  3. Bagi peneliti selanjutnya yang berminat untuk mengkaji lebih dalam mengenai perkembangan usaha kecil dan menengah di Kecamatan Buleleng, agar menambah jumlah variabel lain yang diduga memiliki pengaruh terhadap pendapatan bersih.



DAFTAR PUSTAKA
  • Adji, Wahyu., Hendrawan, & Suharyadi. 2004. Ekonomi Kelas XI. Kurikulum Berbasis Kompetensi. Jakarta: Penerbit Erlangga.
  • Ahman, Eeng. 2003. Ekonomi Untuk SMU Kelas 2.Jilid 2. Bandung: Grafindo Media Pratama.
  • Ikatan Akuntansi Indonesia. 2004. Standar Akuntansi Keuangan. Jakarta: Salemba Empat.
  • Kasmir, 2010.Pengantar Manajemen Keuangan. Edisi I. Cetakan Kedua. Jakarta: Kencana, 2011.Dasar-dasar Perbankan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
  • Maharani, Tejasari. 2008. “Peranan Sektor Usaha Kecil dan Menengah dalam Penyerapan Tenaga Kerja dan Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia”.Tersedia pada http://repository.ipb.ac.id/bitstream/handle/123456789/ 18076/H08mte.pdf (diakses tanggal 02 Februari 2013).
  • Mardiasmo. 2008. Akuntansi Keuangan Dasar I; Dilengkapi dengan Soal dan Penyelesaiannya.Yogyakarta: BPFE.
  • Rismunandar. 2002. Kewirausahaan. Jakarta: Penebar Swadaya. Ritonga dan Yoga Firdaus. 2003. Pelajaran Ekonomi Jilid 2 untuk SMU Kelas 2. Jakarta: Penerbit Erlangga.
  • Setiawina, Djinar. 2005. “Pengaruh Jumlah Kredit Modal Kerja terhadap Penghasilan Kotor UKM di Kabupaten Klungkung”. Tersedia pada http: //library.Upnvi.ac.id%2Fpdf/2F0910114004/2FBAB252011.pdf (diakses tanggal 10 Februari 2013).
  • Suhardjono. 2006. Akuntansi Perbankan. Jakarta: Salemba Empat.
  • Sutanto. 2004. Ekonomi Uang dan Bank. Jakarta: Penerbit Erlangga.
  • Tampubolon, Lambok. 2006. “Pengaruh Pengalokasian Kredit Modal Kerja terhadap Peningkatan Pendapatan Usaha Kecil pada Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) PT Angkasa Pura II Polonia Medan”. Tersedia pada http://www.researchgate.net/publication/42352783/28PKBL%29 (diakses tanggal 10 Februari 2013).
  • Wijaya, Denda. 2001. Manajemen Perbankan. Jakarta: Ghalia Indonesia.
  • Wiksuana, Bagus., Wiagustini, &Panji Sedana. 20z

AKTUALISASI DIRI






Disusun Oleh
Nama          : Yulia Cahyani
NPM           : 29213562
Kelas           : 1EB18



UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS EKONOMI
JURUSAN S1 – AKUNTANSI
2014




Aktualisasi Diri

Saya Yulia Cahyani , saya anak ke -2 dari 4 bersaudara. Waktu saya SMK saya masuk di jurusan Adm.  Perkantoran (Sekretaris) tapi entah kenapa saya memasuki jurusan Akuntansi  Universitas Gunadarma kini. Mungkin karna tuntutan dari ayah & kakak saya yang menginginkan saya untuk menjadi seorang akuntan. Sampai semester 2 ini saya belum mengerti dasar dari akuntansi itu sendiri. Saya belum bisa berfikir mau menjadi apa saya nanti. Saya biarkan ini mengalir seperti air. Tetapi saya tetap berusaha belajar untuk mengetahui apa itu Akuntansi. Dan saya selalu berharap agar menjadi yang terbaik dari yang paling baik dan selalu menjadi orang yang berguna dimanapun saya berada.

Menurut saya kekurangan saya itu sangat banyak diantaranya :                                 
-       Saya belum bisa berfikir dewasa,
-       Saya malas dalam mengerjakan tugas dan belajar,
-       Malas bangun pagi,
-       Sulit bergabung dengan teman,
-       Boros,
-       Dll

Dan kelebihan saya :
-        Saya cukup baik,
-        Sopan,
-        Ramah,
-        Care dengan sahabat,
-        Rajin membantu orang tua,
-        Senang membantu orang lain,
-        Royal,

-        Dll

Jumat, 31 Januari 2014

Khasiat Pohon Mengkudu

Riset medis tentang Mengkudu atau Noni dimulai setidaknya pada tahun 1950, ketika jurnal ilmiah Pacific Science melaporkan bahwa buah Mengkudu menunjukkan sifat anti-bakteri terhadap M. pyrogenes, P. Aeruginosa, dan bahkan E. coli yang mematikan itu.
Studi dan penelitian tentang Mengkudu terus dilakukan oleh berbagai lembaga penelitian dan universitas. Sejak tahun 1972, Dr. Ralph Heinicke, ahli biokimia terkenal dari Amerika Serikat mulai melakukan penelitian tentang alkaloid xeronine yang terdapat pada enzim bromelain(enzim pada nanas).
Iya kemudian menemukan bahwa buah Mengkudu juga mengandung xeronine dan prekursornya (proxeronine) dalam jumlah besar. Xeronine adalah salah satu zat penting yang mengatur fungsi dan bentuk protein spesifik sel-sel tubuh manusia.
Tahun 1993, jurnal Cancer Letter melaporkan bahwa beberapa peneliti dari Keio University danThe Institute of Biomedical Sciences di Jepang yang melakukan riset terhadap 500 jenis tanaman mengklaim bahwa mereka menemukan zat-zat anti kanker (damnacanthal) yang terkandung dalam Mengkudu.
Lembaga-lembaga penelitian terkemuka di Perancis, Belanda, Jerman, Irlandia, Jepang, Taiwan, Austria, Kanada, dan bahkan National Academy of Sciences, sebuah pusat kajian ilmu pengetahuan nasional yang prestisius di Amerika Serikat telah melakukan berbagai penelitian tentang Mengkudu.
Sementara itu, para peneliti di Universitas Hawaii juga telah melakukan banyak riset tentang Mengkudu, diantaranya riset tentang aktifitas anti-tumor dan anti-kanker Morinda citrifolia yang dimuat pada sebuah jurnal ilmiah (Proc, West Pharmacology Society Journal, vol,37, 1994).
Survei yang dilakukan oleh Dr. Neil Solomon terhadap 8000 pengguna sari buah Mengkudu (Tahitian Noni) dengan melibatkan 40 dokter dan praktisi medis lainnya menunjukkan bahwa sari buah Mengkudu membantu pemulihan sejumlah penyakit, antara lain : kanker, penyakit jantung, gangguan pencernaan, diabetes, stroke, dan sejumlah penyakit lain yang ditunjukkan pada tabel berikut.
No.KondisiJumlah Pasien% Tertolong
1.Kanker87467
2.Sakit jantung105880
3.Stroke98358
4.Diabetes, tipe 1&2243483
5.Lesu7 93191
6.Peningkatan daya seksual154588
7.Penguatan otot70971
8.Kegemukan (obesitas)263872
9.Tekanan darah tinggi72187
10.Perokok44758
11.Artritis67380
12.Nyeri378587
13.Depresi78177
14.Alergi85185
15.Masalah pencernaan150989
16.Masalah pernapasan272778
17.Sulit tidur114872
18.Lemah konsentrasi30189
19.Peningkatan perasaan sehat371679
20.Kestabilan mental253873
21.Sakit ginjal212766
22.Stress327371
Data di atas disadur dari buku Liquid Island Noni(M. citrifolia ), The Tropical Fruit with 101 Medical Uses. » % tertolong adalah pasien yang mengalami peningkatan kesehatan atau merasakan adanya   perubahan dalam tubuh mereka balk secara obyektif maupun subyektif setelah rnengonsumsi sari buah Mengkudu.
Penelitian yang dilakukan oleh Dr. Neil Solomon di atas berfokus pada Tahitian Noni Juice yang mengandung 89% Noni juice, karena merupakan produk yang paling banyak dikonsumsi pada saat itu.
Karena itu pastilah jika dalam penelitiannya digunakan 100% Noni juice maka daya kerja dari Noni Juice-nya akan jauh lebih kuat, sehingga kemungkinannya  jumlah "persentase yang terbantu" oleh Noni akan jauh lebih tinggi.
Melalui riset intensif yang dilakukan oleh para ilmuwan di laboratorium, Mengkudu menunjukkan keunggulan yang luar biasa. Tanaman ini mengandung berbagai vitamin, mineral dan enzim, alkaloid, ko-faktor dan sterol tumbuhan yang terbentuk secara alamiah. Selain itu, daun dan akar Mengkudu mengandung asam amino utuh yang merupakan sumber protein utama.
Kadar air buah Mengkudu sekitar 52 persen. Beberapa penelitian telah dilakukan untuk mengetahui elemen apa saja yang terdapat di dalam Mengkudu. Studi dan penelitian tersebut telah menunjukkan adanya zat-zat menarik di dalam sari buah Mengkudu, meskipun belum semuanya teridentifikasi.
Baru pada tahun 1993, seorang peneliti (Helen Sim), dalam tesis masternya yang berjudul The Isolation and Characterization of A Fluorescent Compound From The Fruit of Morinda citrifolia: Stud­ies on 5-ht Receptor System melaporkan adanya zat-zat di dalam buah Mengkudu yang tidak dikenal oleh dia maupun teman-temannya. Sebagian besar zat-zat tersebut berhubungan dengan kesehatan dan telah dibuktikan hanya terdapat di dalam buah Mengkudu.
Berikut ini adalah manfaat-manfaat lainnya dari buah Mengkudu yang sudah terbukti secara ilmiah.

1. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Penyelidikan klinis yang dilakukan oleh Dr. Schechter (Institut Pengobatan Alami di California) menghasilkan data-data penting tentang kemampuan sari buah Mengkudu, diantaranya yaitu merangsang produksi sel T dalam sistem kekebalan tubuh (sel T berperan penting dalam melawan penyakit); memperkuat sistem kekebalan tubuh, terutama makrofaset dan limfosit dari sel darah putih; menun­jukkan efek anti-bakteri; mempunyai efek anti rasa sakit/nyeri (analgesik); menghambat pertumbuhan sel-sel pra kanker/tumor yaitu dengan kemampuannya menormalkan fungsi sel-sel yang abnormal.
Mona Harrison, MD dari Boston University School of Medicine dan direktur medis pada D.C. General Hospital, USA melaporkan bahwa Mengkudu meningkatkan fungsi kelenjar tiroid dan kelenjar timus, yang dipercaya bertindak melawan infeksi dan masalah-masalah yang berhubungan dengan sistem kekebalan tubuh.

2. Menormalkan Tekanan Darah

Menurut Neil Solomon, MD.PhD, peneliti masalah kesehatan dari Amerika, buah Mengkudu mengandung sejenis fitonutrien, yaitu scopoletin yang berfungsi untuk memperlebar saluran pembuluh darah yang mengalami penyempitan. Hal ini menyebabkan jantung tidak perlu bekerja terlalu keras untuk memompa darah sehingga tekanan darah menjadi normal.
Hasil uji coba pada hewan menunjukkan bahwa scopoletin menurunkan tekanan darah tinggi dan normal menjadi rendah (hipotensi yang abnormal). Namun demikian, scopoletin yang terdapat dalam buah Mengkudu dapat berinteraksi sinergis dengan nutraceuticals (makanan yang berfungsi untuk pengobatan) lain untuk mengatur tekanan darah tinggi menjadi normal, tetapi tidak menurunkan tekanan darah yang sudah normal. Tidak pernah ditemukan kasus di mana tekanan darah normal turun hingga mengakibatkan tekanan darah rendah (hipotensi).
Para ahli dari Universitas Stanford, Universitas Hawaii, University of California (UCLA), Union Col­lege of London, Universitas of Meets di Perancis yang telah mempelajari Mengkudu setuju bahwa tanaman ini berperan menurunkan tekanan darah dalam banyak kasus.
Percobaan klinis sederhana yang dilakukan oleh Scott Gerson, MD (dari Mt. Sinai School of Medicine di New York) menunjukkan bahwa banyak pemakai Mengkudu melaporkan bahwa tekanan darah mereka menjadi tinggi bila berhenti minum sari buah Mengkudu dan kembali normal bila mengonsumsi sari buah Mengkudu secara teratur.

3. Melawan Tumor dan Kanker

Sebuah makalah menarik yang dihadirkan pada pertemuan tahunan American Association fin. Cancer Research ke-83 di San Diego, California, tahun 1992 adalah "Aktivitas Anti-tumorMorinda citrifolia pada Lewis Lung Carcinoma yang Disuntikkan pada Tikus." Dalam penelitian ini, tikus-tikus percobaan diberi suntikan Lewis Lung Carcinoma aktif (sejenis kanker).
Semua tikus yang tidak mendapatkan perawatan dengan Mengkudu mati dalam 9-12 hari akibat kanker. Sedangkan tikus-tikus yang mendapat perawatan dengan Mengkudu mampu bertahan hidup 105 hingga 123 persen lebih lama (40 persen dari tikus-tikus percobaan tersebut hidup hingga 50 hari atau lebih).
Studi ini diulangi beberapa kali dan setiap kali Mengkudu terbukti secara signifikan memperpanjang umur-umur tikus yang terkena kanker dibanding dengan tikus-tikus yang tidak dirawat dengan Mengkudu. Singkatnya, hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa Mengkudu dapat menghambat pertumbuhan tumor.
Setahun kemudian, jurnal Cancer Letters (vol.3, tahun 1993) melaporkan penemuan zat anti kanker/damnacanthal dalam ekstrak Mengkudu yang mampu menghambat pertumbuhan sel-sel kanker.
Ada beberapa kasus pasien kanker yang mengonsumsi sari buah Mengkudu dan menjadi sembuh, antara lain kasus pasien Dr. Harrison (D.C. General Hospital), yang menderita kanker hati dan pembengkakan perut yang disebabkan oleh cairan yang berlebihan.
Selama 7 hari mengonsumsi sari Mengkudu, bengkak pada perutnya berkurang secara nyata. Pengujian haru terhadap cairan perutnya menunjukkan bahwa sel-sel kanker tersebut telah lenyap.
Menurut Dr. Judah Folkman dari Harvard University, Mengkudu bekerja sinergis denganmikronutrien lain dalam menghamhat aliran darah yang menuju ke sel-sel tumor. Mekanismenya hampir sama dengan minyak squalen (dari hati ikan hiu) yang mengontrol pertumbuhan tumor otak dan memperpanjang usia tikus eksperimen dengan merusak alat-alat peredaran yang mensuplai darah menuju ke sel-sel tumor.

4. Menghilangkan Rasa Sakit

Kemampuan buah Mengkudu sebagai zat analgesik telah dikenal dalam sejarah pengobatan tradisional sehingga tanaman ini disebut "painkiller tree" atau "headache tree". Riset-riset ilmiah telah membuktikan efek menguntungkan dari Mengkudu untuk mengatasi rasa sakit.
Pada tahun 1990, para peneliti menemukan adanya hubungan yang signifikan antara dosis ekstrak sari buah Mengkudu dengan aktifitas analgesik tikus-­tikus percobaan (umumnya, semakin banyak digunakan efek analgesiknya akan semakin kuat).
Banyak teori yang menjelaskan tentang bagaimana mekanisme kerja Mengkudu menghilangkan rasa sakit. Salah satunya adalah teori Dr. Ralph Heinicke (ahli biokimia terkenal dari AS) yang mengatakan bahwa xeronine-lah yang berperan dalam menghilangkan rasa sakit.
Hal ini dikaitkan dengan kemampuan xeronine menormalkan protein pada sel-sel yang abnormal, termasuk sel-sel jaringan otak, tempat berasalnya rasa sakit. Beberapa kasus rasa sakit yang kronis seperti sakit kepala terus menerus, rasa sakit pada otot saraf dan nyeri sendi disembuhkan setelah mengonsumsi sari buah Mengkudu.

5. Mengatasi Peradangan dan Alergi

Senyawa scopoletin (hidroksi-metoksi-kumarin) sangat efektif sebagai zat anti-radang dan anti-alergi. Literatur-literatur kedokteran melaporkan keberhasilan pengobatan pada arthritis, bursitis, carpal tunnel syndrome, dan alergi dengan menggunakan scopoletin
Bryant Bloss, MD, ahli ortopedi dari Indiana, AS melaporkan keberhasilan sari buah Mengkudu menyembuhkan sakit punggung yang dialaminya dan juga 15 orang pasiennya. Sementara itu, 8 orang pasiennya melaporkan bahwa sakit lutut (osteoarthritis) hampir tidak terasa selama mengonsumsi sari buah Mengkudu.
Tiga dari pasien Dr. Bloss yang menderita asma mengalami kemajuan dengan semakin berkurangnya batuk. Beberapa pasien yang mengalami radang sendi juga mulai mengalami kemajuan secara nyata setelah minum sari buah Mengkudu. Beliau menawarkan sari buah Mengkudu sebagai makanan tambahan/suplemen dan bukan sebagai obat kepada para pasiennya.

6. Mengkudu Sebagai Anti-bakteri

Hasil penelitian yang dimuat dalam jurnal Pacific Science (vol 1.4, tahun 1950) melaporkan bahwa Mengkudu mengandung bahan anti-bakteri yang dapat digunakan untuk mengatasi penyakit jantung dan masalah pencernaan. Senyawa antraquinon yang banyak terdapat pada akar Mengkudu ternyata dapat melawan bakteri Staphylococcus yang menyebabkan infeksi pada jantung dan bakteri Shigella yang menyebabkan disentri.
Mengkudu bersifat anti-bakteri terhadap: Bacil­lus subtilis, Escherichia coli, Proteus morganii, Pseudomonas aeruginosa, Salmonella montevdleo, Salmonella schotmuelleri, Salmonella typhi, Shigella dysenteriae, Shigella flexnerii, Shigella paraciysente­riae BH und III-Z, Staphylococcus aureus.
Dr. Robert Young, ahli mikrobiologi dari Utah, USA menemukan yeast molds dan jamur beserta racun yang dihasilkannya dapat menyebabkan sel-sel sakit karena derajat keasamannya (pH) meningkat. Dengan mengonsumsi sari buah Mengkudu, keadaan tersebut dapat diatasi karena Mengkudu membantu mengatur keseimbangan pH tubuh sehingga meningkatkan kemampuan tubuh menyerap vitamin-vitamin, mineral dan protein.

7. Mengatur Siklus Suasana Hati (Mood)

Salah satu kemampuan lain yang dimiliki oleh scopoletin adalah dapat mengikat serotonin. Menurut Dr. Harrison (DC.General Hospital, USA) scopoletin dapat meningkatkan kegiatan kelenjar peneal yang terdapat di dalam otak, yang merupakan tempat dimana serotonindiproduksi dan kemudian digunakan untuk menghasilkan hormon melatonin.
Serotonin adalah salah satu zat penting di dalam butiran darah (trombosit) manusia yang melapisi saluran pencernaan dan otak. Di dalam otak, serotonin berperan sebagaineurotransmitter, penghantar sinyal saran dan prekursor hormon melatonin.
Serotonin dan melatonin membantu mengatur beberapa kegiatan tubuh seperti tidur, regulasi suhu badan, suasana hati (mood), masa pubertas dan siklus produksi sel telur, rasa lapar dan perilaku seksual. Kekurangan serotonin dalam tubuh dapat mengakibatkan penyakit migrain, pusing, depresi, bahkan penyakit Alzheimer.

8. Mengatur Siklus Energi Tubuh

Dr. Harrison juga melaporkan bahwa perubahan frekuensi energi tubuh juga disebabkan oleh kegiatan positif sari buah Mengkudu. Efek yang ditimbulkan antara lain; dapat menstabilkan gula darah, mengurangi rasa sakit waktu menstruasi, mengurangi keinginan buang air kecil pada malam hari untuk pria yang mengalami pembengkakan prostat.
Menurut Dr. Heinicke (ahli biokimia dari AS), xeronine juga turut berperan dalam proses siklus energi tubuh. Ia menjelaskan mekanismenya sebagai berikut, xeronine akan diserap pada tempat yang berdekatan dengan tempat penyerapan endorphin dan bertindak sebagai prekursor hormon (co-hormone) untuk mengaktifkan protein reseptor yang memberikan perasaan enak/nyaman. Akibatnya orang akan merasa enak dan memiliki banyak energi setelah mengonsumsi sari buah Mengkudu.

Khasiat Utama

Riset tentang buah Mengkudu terus berkembang, baik dilakukan oleh para dokter maupun ahli botani dan ahli biokimia. Penelitian difokuskan pada komponen­-komponen/susunan kimia yang dikandung Mengkudu dan efek terapeutiknya terhadap berbagai macam penyakit.
Penelitian-penelitian tersebut menunjukkan bahwa sari buah Mengkudu dapat merangsang sistem kekebalan tubuh, mengatur fungsi sel dan regenerasi sel-sel jaringan tubuh yang rusak. Fakta yang menunjukkan bahwa Mengkudu dapat mengatur sel-sel pada tingkat dasar dan kritis itu mungkin dapat menjelaskan mengapa Mengkudu dapat digunakan untuk berbagai macam kondisi kesehatan.
Para dokter di Amerika sudah memberikan banyak laporan tentang keberhasilan penggunaan sari buah Mengkudu terhadap pasien-pasiennya. Dr. Richard Dicks (dari New Jersey, USA) mengatakan, "kami mulai menyadari bahwa kita harus kembali pada hal yang mendasar dari tubuh kita. Apa yang dimaksud dengan metabolisme dalam tubuh adalah membakar nutrisi. Sari buah Mengkudu melindungi tubuh kita dengan memberi nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh."

Khasiat-Khasiat Tambahan

Mengkudu memiliki khasiat-khasiat lain yang belum dibuktikan secara medis, namun secara empiris telah banyak orang yang mengalami perbaikan dan peningkatan kesehatan setelah mengonsumsi sari buahnya. 
Beberapa problem kesehatan yang dapat diatasi dengan menggunakan Mengkudu:
  • Sistem pencernaan : Perut kembung, luka pada usus halus, radang lambung, muntah-muntah dan keracunan makanan.
  • Sistem pernapasan : Batuk, bronchitis, sakit tenggorokan, TBC, kolera, demam pada bayi, sinusitis, asma.
  • Sistem kardiovaskular : Kolesterol tinggi, penebalan otot jantung, meningkatkan transportasi oksigen di dalam sel.
  • Penyakit kulit : Luka bakar, luka, kudis, bisul, selulit, cacing kulit, ketombe, kurap, dan radang pada kulit, borok pada kulit, serta masalah-masalah pada kulit lainnya.
  • Mulut dan tenggorokan : Radang tenggorokan, gusi berdarah, batuk, sariawan, sakit gigi.
  • Gangguan menstruasi : Sindrom pra-menstruasi, siklus haid yang tidak teratur, nyeri pada waktu haid.
  • Awet muda : Sari buah Mengkudu dapat digunakan sebagai tonik untuk mengatasi keriput akibat proses penuaan.
  • Penyakit-penyakit dalam tubuh : Diabetes, hepatitis kronis, sakit pinggul, sakit kepala, gangguan fungsi ginjal, kencing batu, gangguan pada hormon tiroid.
  • Defisiensi daya tahan tubuh : Penyakit virus Epstein-Barr, candidiasis kronis, penyakit akibat infeksi virus HIV, kekurangan tenaga (AES=altered energy syndrome).

Mungkin Anda bertanya-tanya, mengapa satu jenis tumbuhan seperti Mengkudu, dapat menyembuhkan begitu banyak jenis penyakit? Riset ilmiah menunjukkan bahwa konstituen-konstituen di dalam buah Mengkudu memiliki khasiat untuk merangsang respon pembentukan kekebalan tubuh, membersihkan darah, mengatur fungsi sel, regenerasi sel rusak dan menghambat pertumbuhan tumor.
Fitokimia (zat-zat kimia alami yang terdapat pada tumbuh-tumbuhan) memiliki khasiat untuk pencegahan penyakit dan kaya akan kandungan antioksidan. Mengkudu memiliki spektrum fitokimia yang sangat luas, beberapa diantaranya hanya terdapat di dalam Mengkudu. Fitokimia-fitokimia tersebut bersinergi satu dengan yang lain untuk menghasilkan khasiat penyembuhan yang mengagumkan.
Dr. Joseph Betz, peneliti kimia dari FDA (Food and Drug Association) divisi Natural Products Center For Good Safety and Applied Nutrition di Amerika mengatakan bahwa beberapa percobaan telah menunjukkan bahwa sari buah Mengkudu dapat menenangkan pergerakan otot dan mempunyai efek anti alergi.
Pada tahun 1992, Dr. Isabella Abbott, profesor botani dari Universitas Hawaii mengatakan bahwa Mengkudu semakin banyak digunakan orang untuk mengatasi diabetes, kanker, tekanan darah tinggi dan banyak penyakit lainnya.
(Sumber: Buku Sehat Dengan Mengkudu, Penulis Maria Goreti Waha, STP)